Rabu, 19 Agustus 2015,
Guru-guru RA Kecamatan Cilandak mengenakan baju Batik Betawi Terogong pada acara Halal Bi Halal Guru RA Kecamatan Cilandak.

Masih dalam rangka Idul Fitri, umat Islam Indonesia sibuk melaksanakan apa yang disebut halal bi halal. Bagi mereka yang melaksanakannya, hal itu bermakna, “ saya mohon maaf atas segala kesalahan saya kepada anda. Sebaliknya, saya sudah memaafkan terlebih dahulu kesalahan anda kepada saya, bila ada.” Substansi kegiatan ini sebenarnya adalah kerelaan untuk bermaaf-maafan, sebagai pangkal tolak untuk kembali memulai kehidupan sebagaimana biasa.

Menurut kamus, kata “halal” bermakna “mengikhlaskan.” Dengan kata lain halal bi halal dapat diartikan sebagai ungkapan untuk saling mengikhlaskan atau saling memaafkan satu sama lain. Hal ini sejalan dengan pesan yang dibawa oleh Islam tentang tindakan saling memaafkan dalam interaksi sesama manusia.