sumber: http://kabarinews.com/betawi-punya-batiknya-sendiri/79501

- KabariNews – Jamak diketahui jika orang mengenal Batik banyak berasal dari Jawa Tengah dan Timur.  lantas bagaimana dengan  keberadaan Batik Betawi yang lahir di tanah Jakarta?, kalah pamor dan miskinnya literasi mungkin bisa dijadikan biang keladi yang membuat Batik Betawi seperti tenggelam kehadirannya. Namun siapa sangka, di tangan segelintir orang yang peduli dengan Batik Betawi, batik jenis ini terus menunjukkan eksistensinya, seperti yang nampak dari aktivitas yang dilakukan oleh ibu-ibu paruh baya di Kampung Batik Betawi Terogong suatu sore itu.

Dalam candanya mereka serius men-canting Batik dengan motif khas Batik Betawi seraya menunjukan Betawi punya batiknya sendiri. Nah, bagaimana awal berdirinya Batik Betawi Terongong, motif Batik Betawi, berikut petikan wawancara KABARI dengan Siti Laela (Pengelola Batik Betawi Terogong) di Jalan Terogong III no 27, Cilandak Barat, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

[huge_it_gallery id=”1″]

Kabari: Kapan berdirinya Batik Betawi Terogong?

Berdirnya Batik Betawi Terogong sudah berdiri sejak September 2012. Kenapa Batik?   ya karena kebetulan saya orang Betawi yang ingin mempopulerkan Batik betawi. Sebab Batik disini, maksudnya di wilayah tempat tinggal saya  bukanlah barang baru karena sudah ada sejak tahun 1960-an, ibu-ibu di daerah ini pekerjaannya dulu  membatik selain bertani. Kalau dulu Batik Betawi disebut Batik Jakarta dengan  motifnya berupa bintang, buketan dan motif lainnya. Waktu saya kecil banyak yang membatik di daerah tapi di tahun 1970-an Batik Jakarta mulai meredup. Dan sangat disayangkan sekali referensi tentang Batik Betawi sampai saai ini saya belum menemukan refrensi literasi tentang batik ini.

Kabari: Lantas bagaimana proses pembuatan batik Betawi? Bisa diceritakan juga soal motifnya?

Sebenarnya prosesnya sama dengan pembuatan batik jenis lainnya, yang berbeda hanya motifnya saja. Batik Betawi tidak punya pakem, berbeda dengan batik-batik daerah lainnya yang mempunyai pakem, . Warna Batik betawi lebih cenderung ngejreng atau  lebih cerah karena ada unsur budaya Cinanya. Tapi kita tidak menutup kemungkinan bermain di warna yang lebih-lebih kalem, tergantung pemesanan saja. Dan motif dari Batik Betawi berupa tanaman, binatang, tumbuhan, khas-khas Betawi seperti ondel-ondel, tanjidor, transportasi zaman duhulu, dan simbol-simbol kota Jakarta.

Kabari: Dari awal berdiri hingga sampai sekarang, bagaimana dengan distribusi Batik Betawi Terogong?

Sampai sekarang distribusi batik ini salah satunya dititipkan di gerai-gerai mal, dan tempat  oleh-oleh Jakarta. Lebih banyak pesanan dari mulut ke mulut, dan juga kami memasarkannya di media online dan sosial. Responnya pun cukup positif dan meningkat produksi, dari instansi pemerintah dan swasta.

Kabari: Batik Betawi sepertinya kalah pamor dengan batik-batik lainnya, bagaimana menurut Anda?

Saya pikir itu sebagai salah satu kendala saya, tetapi saya pikir hal ini  sebagai motivasi saya untuk terus memperkenalkan Batik Betawi ke khalayak luas dan mengatakan Batik Betawi tidak kalah dengan batik yang sudah ada sebelumnya, seperti Batik Cirebon, Solo atau daerah lainnya.

Kabari: berapa banyak yang membatik di Batik Betawi Terogong ini? dan untuk bahan baku berupa kainnya biasanya mengambil daerah mana?

Sekarang ini ada 10 orang, dan bukan tenaga tetap tetapi jika ada waktu luang mereka mengerjakan. Saya mencoba memberdayaakan wanita sekitar di tempat tinggal saya, tetapi itu juga bukanlah hal mudah dilakukan. Jadi yang 10 ini tetap yang saya pertahankan untuk terus membatik. Untuk saat ini bahan bakunya, kita mengambil dari Pekalongan. Bahan batik Betawi Terogong bermacam-macam, mulai dari katun prima dan katun primisima, dan sutera. Selain menjadi pakaian, batiknya juga diproduksi menjadi sandal, dompet, dres dan telapak meja

Kabari: Dalam sebulan Batik Betawi Terogong memproduksi berapa banyak? Dan harga kisaran perpotongnya berapa?

Kalau produksinya sendiri kalau tidak ada pesanan, sebulan sekitar 50-80 potong tetapi kalau ada pesanan bahkan lebih dari 200-an potong per-bulannya. Untuk motif batiknya tergantung dari pemesanan, biasanya mereka melihat motif kita dan yang paling disukai adalah motif ondel-ondel karena saya buat motif tanaman langka di Jakarta, tetapi tetap saja orang mencari motif  ondel-ondeln. Untuk harganya, Batik cap kisaran harga per-potongnya dari 125 ribu sampai 300 ribu,untuk yang  125 ribu untuk  satu warna, sedangkan yang 300 ribu untuk tiga warna. Dan untuk per-potong Batik Tulis seharga 350 ribu sampai diatas 1 juta, dan ini harga ini tergantung dari bahannya. (1009)